Just so you know,
it's hard for me too,
to ignore my feelings.
and let my mind take over
Saturday, September 24, 2016
Monday, September 12, 2016
#4
Sekarang atau nanti
memang akan berakhir
tapi bolehkah aku berharap
meski hanya sesaat
meski hanya sebentar
supaya jam tak bergerak
supaya hari tak berlalu
supaya tahun tak menunggu
memang akan berakhir
tapi bolehkah aku berharap
meski hanya sesaat
meski hanya sebentar
supaya jam tak bergerak
supaya hari tak berlalu
supaya tahun tak menunggu
#3
Tahu kah kamu, aku menunggumu?
Semua kata-katamu
menarik harapku
Dan kau sudah hilang
pergi
begitu saja.
Mana senyummu
Mana sapamu
Aku rindu candamu
aku rindu suaramu
tapi apa daya
aku pun sudah hilang
iya kan?
Tuesday, August 9, 2016
Monday, August 8, 2016
#2
Tahun ini adalah tahun ketiga ibu saya berpulang ke rumah Bapa.
Bulan Oktober nanti, lebih tepatnya.
Saya ingat betapa cueknya saya satu bulan sebelum ibu saya pergi.
In one of my busiest time.
Yang bahkan buat menelfon rumah and say hi aja nggak bisa.
Yang bahkan saya nggak tahu bahwa ibu sudah selemah itu.
Yang bahkan untuk bangun dan memegang handphone saja tak mampu.
I remember waking up in the early morning, greeted with such a news.
Entah mengapa, I've expected that news to come to my door anytime soon.
I didn't cry the second I heard the news.
I couldn't talk.
I couldn't move, either.
Reality hit me hard.
Mereka bilang, rasa sedih terbesar adalah ketika kamu tak sanggup lagi menangis.
I proved it.
I wore the "I'm a strong girl" throughout the day.
And the next day.
And I cried my heart out the second they about to close the coffin.
Realized, that is the last time I would see her face. Ever.
For all of you who lived far away from home,
call your family now.
They miss you, but afraid you're too busy to answer the phone.
They expect you to call.
Bulan Oktober nanti, lebih tepatnya.
Saya ingat betapa cueknya saya satu bulan sebelum ibu saya pergi.
In one of my busiest time.
Yang bahkan buat menelfon rumah and say hi aja nggak bisa.
Yang bahkan saya nggak tahu bahwa ibu sudah selemah itu.
Yang bahkan untuk bangun dan memegang handphone saja tak mampu.
I remember waking up in the early morning, greeted with such a news.
Entah mengapa, I've expected that news to come to my door anytime soon.
I didn't cry the second I heard the news.
I couldn't talk.
I couldn't move, either.
Reality hit me hard.
Mereka bilang, rasa sedih terbesar adalah ketika kamu tak sanggup lagi menangis.
I proved it.
I wore the "I'm a strong girl" throughout the day.
And the next day.
And I cried my heart out the second they about to close the coffin.
Realized, that is the last time I would see her face. Ever.
For all of you who lived far away from home,
call your family now.
They miss you, but afraid you're too busy to answer the phone.
They expect you to call.
Friday, July 29, 2016
Satu
Lagu yang kau berikan padaku
Terus bermain dalam playlistku
Bagaimana kamu bisa terus diam dalam pikiranku seperti itu?
You make my whole world feels so right
When it's wrong
Cause I know you are the one
Thats how I know you are the one
The One - Kodaline
Terus bermain dalam playlistku
Bagaimana kamu bisa terus diam dalam pikiranku seperti itu?
You make my whole world feels so right
When it's wrong
Cause I know you are the one
Thats how I know you are the one
The One - Kodaline
Monday, July 25, 2016
Bertanya
Saya rasa, sebuah cita-cita adalah,
ketika kamu melihat segala halangan yang menuju ke sana,
ketika kamu melihat segala kesulitan yang yang ada di sana,
dan kamu tetap berjalan.
Saya rasa, sebuah cita-cita adalah,
ketika kamu ditanya orang,
"kenapa?"
dan kamu hanya menjawab
"entahlah."
Saya rasa, sebuah cita-cita adalah,
ketika batu menyandung kakimu,
menyisakanmu sakit dan lelah,
dan kamu tetap berjalan.
Saya rasa, sebuah cita-cita adalah,
ketika kamu bertanya pada dirimu,
"kenapa?"
dan kamu hanya menjawab,
"entahlah. Aku hanya tahu, aku harus kesana."
ketika kamu melihat segala halangan yang menuju ke sana,
ketika kamu melihat segala kesulitan yang yang ada di sana,
dan kamu tetap berjalan.
Saya rasa, sebuah cita-cita adalah,
ketika kamu ditanya orang,
"kenapa?"
dan kamu hanya menjawab
"entahlah."
Saya rasa, sebuah cita-cita adalah,
ketika batu menyandung kakimu,
menyisakanmu sakit dan lelah,
dan kamu tetap berjalan.
Saya rasa, sebuah cita-cita adalah,
ketika kamu bertanya pada dirimu,
"kenapa?"
dan kamu hanya menjawab,
"entahlah. Aku hanya tahu, aku harus kesana."
- MK
#1
Hati ini gemericik.
Tapi aku tak tahu mengapa.
Aku bukan anak yang senang bersosialisasi, bukan.
Aku tidak suka ngobrol dalam waktu yang lama, tidak.
Aku mudah bosan.
Dan aku masih menanggapi kamu.
Sejak enam bulan yang lalu.
Maaf, aku kaku.
Tapi aku tak tahu mengapa.
Aku bukan anak yang senang bersosialisasi, bukan.
Aku tidak suka ngobrol dalam waktu yang lama, tidak.
Aku mudah bosan.
Dan aku masih menanggapi kamu.
Sejak enam bulan yang lalu.
Maaf, aku kaku.
Subscribe to:
Posts (Atom)