Saturday, September 24, 2016

#5

Just so you know,

it's hard for me too,

to ignore my feelings.

and let my mind take over

Monday, September 12, 2016

#4

Sekarang atau nanti

memang akan berakhir

tapi bolehkah aku berharap

meski hanya sesaat

meski hanya sebentar

supaya jam tak bergerak

supaya hari tak berlalu

supaya tahun tak menunggu

#3

Tahu kah kamu, aku menunggumu?

Semua kata-katamu

menarik harapku

Dan kau sudah hilang

pergi

begitu saja. 

Mana senyummu

Mana sapamu

Aku rindu candamu

aku rindu suaramu

tapi apa daya 

aku pun sudah hilang 

iya kan?

Monday, August 8, 2016

#2

Tahun ini adalah tahun ketiga ibu saya berpulang ke rumah Bapa.
Bulan Oktober nanti, lebih tepatnya.

Saya ingat betapa cueknya saya satu bulan sebelum ibu saya pergi.
In one of my busiest time.
Yang bahkan buat menelfon rumah and say hi aja nggak bisa.
Yang bahkan saya nggak tahu bahwa ibu sudah selemah itu.
Yang bahkan untuk bangun dan memegang handphone saja tak mampu.

I remember waking up in the early morning, greeted with such a news.
Entah mengapa, I've expected that news to come to my door anytime soon. 
I didn't cry the second I heard the news. 
I couldn't talk.
I couldn't move, either.
Reality hit me hard. 

Mereka bilang, rasa sedih terbesar adalah ketika kamu tak sanggup lagi menangis.

I proved it. 

I wore the "I'm a strong girl" throughout the day. 
And the next day. 
And I cried my heart out the second they about to close the coffin. 
Realized, that is the last time I would see her face. Ever. 

For all of you who lived far away from home, 
call your family now. 
They miss you, but afraid you're too busy to answer the phone. 
They expect you to call. 

Friday, July 29, 2016

Satu

Lagu yang kau berikan padaku
Terus bermain dalam playlistku
Bagaimana kamu bisa terus diam dalam pikiranku seperti itu?


You make my whole world feels so right
When it's wrong
Cause I know you are the one
Thats how I know you are the one
The One - Kodaline

Monday, July 25, 2016

Bertanya

Saya rasa, sebuah cita-cita adalah,

ketika kamu melihat segala halangan yang menuju ke sana,

ketika kamu melihat segala kesulitan yang yang ada di sana,

dan kamu tetap berjalan.


Saya rasa, sebuah cita-cita adalah,

ketika kamu ditanya orang,

"kenapa?"

dan kamu hanya menjawab

"entahlah."


Saya rasa, sebuah cita-cita adalah,

ketika batu menyandung kakimu,

menyisakanmu sakit dan lelah,

dan kamu tetap berjalan.


Saya rasa, sebuah cita-cita adalah,

ketika kamu bertanya pada dirimu,

"kenapa?"

dan kamu hanya menjawab,

"entahlah. Aku hanya tahu, aku harus kesana."


- MK

#1

Hati ini gemericik.

Tapi aku tak tahu mengapa.

Aku bukan anak yang senang bersosialisasi, bukan.

Aku tidak suka ngobrol dalam waktu yang lama, tidak.

Aku mudah bosan.

Dan aku masih menanggapi kamu.

Sejak enam bulan yang lalu.

Maaf, aku kaku.